kita semua adalah makhluk Allah Swt. Manusia, bukan hanya mendapat
penganugerahan sebagai “produk”
yang paling “is the best” saja,
tetapi manusia juga diakui sebagai
“produk” yang memiliki kualifikasi standar produk “high class”. Yah, yang paling is the best dan bertarap high class. Mengapa manusia mendapat predikat makhluk yang terbaik lagi mulia? Karena, manusia secara
esensi dan eksistensial memiliki
desain perangkat “assesoris” yang lengkap, sempurna, dan lebih canggih dari makhluk lainnya. Manusia adalah mahluk yang sempurna yang dikaruniai
berbagai perangkat “hardware dan software” yang sangat spektakuler.
kalau kita ingin mencapai kesempurnaan dan kemuliaan diri, tidak ada hal yang harus kita
lakukan selain mengembangkan potensi
yang dianugerahkan Allah tersebut dengan baik, benar, dan proporsional. Ingin
potensi Anda berkembang? Jika jawabannya “ya”, maka kita harus “belajar tanpa
henti”. John Dewey dalam bukunya
mengatakan bahwa “Democracy and Education” (New York: Free Press, 1966, h.1-5) menyebut belajar sebagai salah
satu kebutuhan hidup (a necessity of
life), salah satu fungsi sosial (a
social fungction), sebagai
bimbingan (as direction), dan sebagai
sarana pertumbuhan ( as means of growth)
yang mempersiapkan dan membukakan serta membentuk disiplin hidup. Jadi
manusia harus belajar karena kebutuhan untuk hidup.
Belajar adalah proses di mana orang tidak tahu menjadi
tahu, tidak paham menjadi paham, tidak bisa menjadi bisa. Jika ingin tahu,
paham, dan bisa dalam suatu hal, maka
kuncinya
adalah belajar. belajar memang wajib untuk kita. Untuk menjadi manusia yang
sempurna dengan mengoptimalkan anugrahnya yaitu akal, dan qalbunya yang di
dalam prosesnya dianugrahkan pula perasaan yang mendorong munculnya rasa ingin
tahu akan sesuatu itu. Manusia diwajibkan belajar oleh karena Ia lahir dalam
tidak berilmu pengetahuan. Karena tidak berilmu pengetahuan, maka manusia tidak
bisa membedakan sesuatu yang baik dan yang buruk, yang pantas dan yang tidak
pantas, dan seterusnya. Ilmu adalah “tanda” yang harus diketahui dan dipahami
setiap manusia agar dapat membedakan antara sesuatu dengan sesuatu yang lainnya.
agar pengetahuan kita luas lagi dalam, maka proses mencari ilmu tersebut tidak
dibatasi oleh sekat apapun, bahkan oleh sekolah sekalipun.
Proses mencari ilmu harus dengan banyak cara;
membaca, menulis, meneliti, mengamati, berdiskusi, dan lain sebagainya. Kita harus
belajar dan mengambil pelajaran dari semua tempat dan sumber belajar, supaya
mempunyai kedalaman ilmu pengetahuan, kearifan cara berpikir dan wawasan yang
luas. Dalam belajar, ada tanggung jawab intelektual dengan spirit menguasai dan
mengembangkan ilmu, ada tanggung jawab moral dalam rangka mengamalkan ilmu yang
dikuasai secara benar dan proporsional, dan ada rasa tanggung jawab sosial
dalam arti memberikan keteladanan dan manfaat ilmu yang dimiliki kepada sesama
manusia.
kalangan terpelajar harus menjadi inspirator dan
motivator bagi pengembangan keilmuan dan keagungan moral bagi masyarakat.
Masyarakat terpelajar menjadi “role
model “ bagi setiap orang. Jangan sampai menjadi ilmuan yang
moralitasnya tidak sesuai dengan semangat ilmu yang dimilikinya. Sahabat
pebelajar, kenapa kita tidak boleh berhenti belajar? Jawaban dan alasan argumentatifnya
tentu sangat beragam. Kenapa sangat beragam? Yah, karena begitu urgennya,
begitu besarnya, begitu luas dan dalamnya hikmah perlunya belajar bagi manusia.
Alasan-alasan mengapa kita perlu belajar secara terus-menerus
sepanjang hayat dapat dilihat beberapa sudut pandang, di antaranya: Karena pendidikan
tidaklah selesai setelah berakhirnya masa sekolah atau kuliah, tetapi merupakan
sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup, dan bertujuan untuk mempertahankan
dan meningkatkan mutu hidup. Belajar adalah sudah menjadi bahagian dari
kehidupan kita, menjadi bahagian kehidupan kita. belajar adalah investasi
berharga untuk masa depan yang tidak akan pernah rugi. Tidak seperti harta yang
suatu saat bisa habis. Dengan belajar, sesungguhnya kita telah membuka satu
pintu menuju kesuksesan. Kita perlu belajar agar kualitas skill dan kemampuan kita terus
bertambah, dan dengan belajar tentu saja akan menghantarkan kita ke arah
kesuksesan.
Tidak akan ada kerugian dalam belajar, karena
belajar tidak hanya di sekolah namun di segala tempat. Kehidupan Dalam kondisi
dunia yang selalu berubah dengan cepat ini, orang yang aman adalah mereka yang
percaya bahwa dirinya mampu mempelajari sesuatu yang baru. Sepanjang sejarah manusia,
sekarang ini kita menghadapi masa di mana perubahan terjadi sangat cepat, dan kita
harus selalu berlari untuk mengikutinya.
Kita
menghadapi tantangan kompetisi yang lebih ketat, dan kita harus menjadi
pemenagnya. Bukankah diri kita telah ditakdirkan oleh Allah sebagai pemenang?
Yah, pemenang. Kita telah menjadi pemenang dari berjuta-juta sel sperma yang
berkompetisi menuju proses pembuahan, kemudian menjadi diri kita sekarang ini.
Oleh karena itu, untuk memenangkan kompetisi hidup di dunia ini, mau tidak mau
kita harus meningkatkan kulaitas diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar