Rabu, 28 Desember 2016

“CINTA BERSEMI DI HAMAPARAN BUNGA TULIP”.

Menjelang sore perutku sedikit merontok dan nyeri yang isi menandakan bahawa ia sedang memmita sesuatu untuk di suapi yaitu sebutir nasi mencukupi jiwa yang menangis. Hingga malam itu saya mendekati sebua warung makan yang cocok bangat menurutku karena menyediakan bebrapa buku koleksi novel.saya mengambil satu buah buku yang yang berada diatas meeja,yang sedang di tunggu oleh penggemar membaca untuk di telan dan di cerna lalu di prosose untuk di makan dan di maknai sebua proses perjuangan hidu dengan judul “CINTA BERSEMI DI HAMAPARAN BUNGA TULIP”.

Kira kira covernya isinya seperti ini daun daun berubah warna.berjatuh di tempa angin sperti hati ini jatuh di sudut hatimu kata sosok penulis sejati itu heheh .takdir membawaku kembali padamu saat kau tawarkan keceriaan dalam mengayuh sepeda beriringan menyusuri kota laiden bermulai di jogya dan berakhir di Amsterdam.

Novel itu menggambar seseorang yang bekerja keras untuk menutupi hidupnya ceritanya mengungrahkan sekali dan sebagai bahan pertimbagan untuk di ambil hikmahya.aku sempat sempat menangis tapi di alis saja terhru membaca novelnyya. Bisanggga ya aku seperdisa…heheh Apa pelajaran yang kita ambil dari novel tersebut

Kita harus siap menghadapi dunia ini,sungguh kejam tapi dibawa santai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

my beautiful history

my beautiful history Kata sahabat sahabatku masa masa SMA adalah masa kenangan sepanjang masa dan tidak akan terlupakan,tapi bagi ...