Seberapa penting arti pendidikan bagi sebuah bangsa indonesia ini? Secara filosofis, Ki Hajar Dewantara mejelaskaan dalam bukunya ”Pengaruh pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedangkan merdekanya hidup batin terdapat dari pendidikan.” kalau menurut saya konsep pendidikan itu belum merdeka secara batin,karen ketidakpuasan saya dalam proses belajar mengajar yang dipersantesikan oleh seorang yang namaya "guru".
Di era tahun 90 an, kekejaman guru tampaknya adalah hal yang dianggap lumrah dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah. Cubitan,tamparan dan bentakan adalah hal biasa kami terima. Orang tua murid pun tidak pernah ada yang menuntut perbuatan guru tersebut. Tentu akan berbeda sekali bila kejadiannya jaman sekarang, karena orangtua murid bisa mempidanakan tindak kekerasan yang dilakukan guru. Memang tidak semua guru berperilaku seperti itu namun disetiap sekolah pasti saja ada satu atau dua orang guru yang ditakuti dan dianggap kejam.
cerita kami cuplikan sederhanya seperti ini kami dulu rela berjalan kaki puluhan kilo meter untuk menimba ilmu,bahkan terlambat masuk sekolah karena memakan waktu berjam jam dalam perjalanan, Banyak pula yang mesti melewati sungai dan hutan belantara.ketua kelas seraya memukul meja tok tok tok selat pagi pak, dengan lanats bapak guru menjawab, selamta pagi anak anak, muka bengis lihat depan belakng,yang dalam hati kami hanya takut, Ketika SD pun kekejaman guru sudah dimulai, guru matematika danIPA adalah salah satu monster menakutkan di SD kami. Pada jam-jam akhir sekolah selalu diadakan tes soal, setiap anak yang bisa mengerjakan soal di papan tulis,boleh pulang, yang tidak bisa, kepala pasti benjol, ya karena dipukul dengan penggaris kayu yang besar. Posisi penggaris yang dipukulkan menyamping sehingga kepala yang dipukul terasa sangat sakit karena kena pada bagian tebalnya. Kalau soal tidak bisa, dia menyuruh kita duduk lagi menunggu giliran berikutnya,begitu seterusnya sampai kita bisa, baru boleh pulang. sejak dulu memang terkenal sebagai guru yang menyeramkan. Guru killer, begitu.
lucunya lagi,guru kami mengkorupsi waktu kami, mereka manfaatkan waktu kami untuk membanntu merek menimbah air di kali yang bagitu jauh, yang sebanarnya waktu itu di manfaatkan untuk kamin bermain, malah kami di suruh pergi timba air udah capeh belajar, pusing mikir soal ilmu yang di terangkan dikelas suruh menimbah air lagi,jika terlambat marah, jadinya serba salah,belum turun keringat waktunya sudah masuk.kami tidak punya waktu untuk berpikir tentang materi yang sudah di jelaskan yang ada hanyalah capeh. yang paling lucunya lagi,anaknya guru di larang timba air, dimanakah letak keseamaan derajat pendidkan itu? rasanyanya sakit, asin di campur aduk,yang ada adalah mengela nafas hufff...f. satu lagi kisah ini menegerikan temanku ketahuan merokok di sekolah, membawanya ke ruang guru kemudian menyuruhnya mengisap 5 batang rokok sambil menghormat bendera sekaligus,yang lebih parahnya lagi kayu di palang di kaki sambil jongkok, saya menengok sambil berlinang air mataku tak tega melihat temanku.
Tindakan mendisiplinkan murid yang dilakukan guru pada masa lalu memang menyakitkan, tapi diluar itu guru memang sangat berjasa dalam membangun kecerdasan dan karakter anak. Saat ini tidak ada rasa dendam dalam hati, kecuali perasaan iba melihat orang-orang yang dulu pernah sangat berjasa dalam hidup kita ini, berjalan tertatih-tatih dan sakit-sakitan di hari tuanya. Doa ku untuk mu, bapak dan ibu guru ku, Semoga Tuhan membalas semua budi baik mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar