Minggu, 09 Oktober 2016

A good librarian

Sabtu malam selepas magrib, aku mengayuh pedal sepeda menyibak keramaian jalan kota. Tujuanku kali ini adalah berkunjung ke Perpustakaan Kota Yogyakarta (Lebih sering disebut dengan Perpus Kota Jogja). Aku ke sana bukan untuk meminjam buku, namun untuk bertemu dengan salah satu petugas perpustakaan. Ada banyak petugas perpustakaan yang aku kenal, rata-rata mereka adalah adek kelasku saat kuliah. Tahu lokasi perpustakaan Kotanya kan? Tepatnya di Jalan Suroto, Yogyakarta. Berdekatan dengan kator Dinas Pariwisata Jogja, atau kalau lebih mudahnya belakang Gramedia yang ada di Jalan Sudirman.
Sampai di pintu masuk perpustakaan, aku memarkir sepeda di tempat khusus sepeda. Sudah ada sekitar 5 sepeda yang terparkir, aku pun mengunci sepeda, lalu masuk ke dalam perpustakaan. Tanpa banyak waktu, aku meminjam kunci loker untuk menyimpan tas. Untuk pengunjung dan tidak mempunyai kartu anggota perpustakaan, aku harus menyertakan uang sebesar 10k untuk jaminan. Lalu, aku berjalan keluar dari ruangan. Tepat di sebelah kiri terdapat berjejer loker yang disediakan. Kucari loker nomor 51, dan memasukkan tas ke dalamnya. Sebelum itu, barang-barang berharga seperti dompet, hp, laptop, dan lainnya aku bawa ke dalam.
Di dalam perpustakaan ini sudah banyak pengunjung yang menyempatkan untuk berkunjung. Setiap kursi di dalam perpustakaan sudah terdapat sekelompok pengunjung yang membaca buku, ataupun sedang mengerjakan tugas. Aku membuka laptop untuk sekedar menulis beberapa tulisan. Sementara itu, di depanku terlihat seorang pengunjung sedang mencari koleksi di OPAC yang disediakan. Aku lihat sekeliling ruangan di lantai satu, di sini aku melihat ada dua OPAC, satu dekat pintu masuk (depan meja petugas), dan satunya ada di dekat rak-rak buku (belakang meja petugas).

Ada banyak rak yang dipenuhi koleksi perpustakaan, koleksi ini adalah tempat sirkulasi; artinya buku-buku tersebut bisa dipinjam bagi yang punya kartu anggota. Aku mengeliling tiap rak, mencoba mengambil beberapa buku untuk kubaca. Seraya mengambil koleksi, kusempatkan untuk mengabadikan beberapa gambar. Lumayan, setidaknya aku ada bahan untuk menulis blog tentang kunjungan ke perpustakaan ini.

Oya, di sini juga disediakan semacam voucher untuk mendapat Wifi gratis. Caranya cukup mudah, kita tinggal datang ke meja petugas, lalu menulis dibuku yang disediakan. Setelah itu, kita akan mendapatkan kertas kecil yang berisi Username & Password untuk dapat mengakses Wifi. Sebagian besar para pengunjung yang mengakses Wifi ini berkumpul di kursi-kursi permanen yang sudah disediakan di luar ruangan. Ada banyak kursi di luar ruangan yang dapat digunakan para pengunjung untuk sekedar menikmati fasilitas Wifi ataupun untuk berdiskusi. Untuk kursi-kursi di luar ini, para pengunjung bisa duduk santai sampai pukul 00.00 wib. Sementara layanan perpustakaan hanya sampai puku 21.00 wib saja.
Sesaat berlalu, aku melangkahkan kaki menuju lantai dua. Di sini lebih untuk para pengunjung anak-anak. Sebuah sekat ruangan yang berwarna cerah tepat dihadapanku, di dalamnya terdapat koleksi yang tersusun rapi dengan tempelan rak yang meriah. Tidak lupa juga sebuah kursi sofa berwarna merah yang bisa dijadikan anak-anak untuk duduk santai seraya melahap bacaannya. Tidak hanya koleksi seperti buku saja, disudut ruangan terdapat sebuah Globe yang terpajang rapi. Bisa jadi Globe itu menjadi benda yang menarik perhatian anak-anak untuk mengetahui lokasi suatu Negara.
Kusapukan mata di sudut lainnya. Sebuah ruangan yang hanya diberi karpet ada disudut lain, depannya pun terdapat kursi dan beberapa meja yang bisa digunakan untuk berdiskusi. Hampir disetiap sudut terdapat colokan arus listrik, bahkan kursi-kursi permanen di bawah pun terdapat banyak colokan arus listrik. Ini sangat membantu bagi pengunjung yang membawa laptop agar laptopnya tidak mati saat sedang digunakan beraktiftas.
Ada yang menarik bagiku, tepat di belakang meja petugas di lantai dua, terdapat sekitar 4 komputer yang disediakan untuk pengunjung. Di sini pengunjung bisa menggunakan computer itu untuk akses internet. Di sini juga layanan fotokopi tersedia, aku dapat melihat seorang pengunjung yang sedang memfotocopy sebuah buku. Sementara disudut lain, terdapat ruangan yang agak tertutup. Tepat dipintunya bertuliskan “RAISA (Ruang Diskusi Bersama), berdasarkan informasi dari petugas dilantai dua, ruangan ini bisa digunakan siapa saja yang mempunyai kartu anggota perpustakaan untuk berdiskusi. Kubuka pintunya, di dalam tersedia monitor, PC, maupun LCD. Cukup bagus untuk berdiskusi ataupun melakukan rapat diruangan tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

my beautiful history

my beautiful history Kata sahabat sahabatku masa masa SMA adalah masa kenangan sepanjang masa dan tidak akan terlupakan,tapi bagi ...