“Aku dan Usaha Pencapaian Cita-citaku”
Berani bermimpi, mengajar dan
menggapainya adalah suatu hal yang manusiawi. Dari mulai menginjak sekolah dasar sering guru kami bertanya apa
cita-cita mu, dan waktu itu aku selalu bingung dan belum tahu apa itu cita-citaku
sebenarnya. Sering kali aku menjawab cita-citaku ingin menjadi dokter, pilot,
pengusaha, dan selalu berubah-rubah. Waktu
demi waktu berjalan pemikiran ku pun semakin dewasa aku mulai mengerti apa yang
aku inginkan dan apa cita-citaku itu. Cita-cita dan keinginkanku yaitu ingin menjadi kebanggaan
orang tua, selalu menjadi yang terbaik dan menjadi orang sukses yang
keberhasilannya bisa terkenal di seluruh dunia.
Banyak rintangan dan rasa sakit yang harus di jalani. Belajar
dengan giat agar nilai-nilai sekolah ku yang ambruk gagal naik kelas 3 ,Bahkan
saya harus menematkan 8 tahun untuk SD ,awal SD
itu adalah itu adalah masa masa sulit. Merasakan kegagalan itu tenyata
sangat menyakitkan. Tetapi aku selalu ingat dengan kata-kata bahwa kegagalan itu
bukan akhir dari segalanya tapi kegagalan itu adalah awal menuju kesuksesan.
Dari sana aku mulai bangkit, untuk melanjutkan pendidikan dan
untuk menggapai cita-citaku akhirnya aku daftar di perguruan tinggi swasta
yaitu di makasar lanjut di Yogyakarta Setelah
mengikuti tes dan diterima akupun mulai dengan babak kehidupan yang baru. Hidup
di Yogyakarta jauh dari orang tua dan harus hidup mandiri. Walaupun
awal-awalnya terasa sulit jauh dari orang tua mau tidak mau harus dijalani.
Dengan prodi yang saya ambil dan sesuai dengan minat yaitu English teacher dan
punya cita cita jadi dosen.
Dan aku selalu mengingat apa yang dipesankan oleh ayah saya,
untuk menggapai apa yang kamu inginkan dan cita-citakan tidak cukup hanya
dengan berusaha tapi harus diimbangi dengan beribadah, berdoa dan selalu
meminta kepada yang maha kuasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar