Makna di balik ketidak
sempurnaan dan kesabaran
Sebagai seorang introvert, berurusan dengan
orang lain adalah hal yang melelahkan buat saya. Bukannya saya tidak suka
berkomunikasi dengan orang lain. Hanya saja, percaya atau tidak, saya selalu
merasa lelah setiap kali ‘bersosialisasi’ dengan orang lain.
Ketika SD, adalah masa- masa sulit yang pernah
saya alami,yaitu ketika bapak guru menjelaskan sesuatu di depan kelas
lantas kami berteriak keras ,hingga mengganggu kelas kelas yang lain.kami
tak pernah sadar jika perbuatan tersebut mengganggu aktifitas sahabat- sahabat
yang lain.
maklum
masih sd kelas tiga lagi heheh .kegagalan demi kegagalan yang pernah saya
alami,meski itu menyiksa batin dan jiwaku,tapi aku sadar bahwa aku mesti
seperti kakak aku yang lain,yang pernah dapat juara kelas,namu saying saya
paling terakhir di kelas kami.
Saya
tidak naik kelas tiga di sebabkan karena sakit, sakit yang pernah saya alami
adalah ketika guru masuk saya hanya duduk di samping tembok yang ada pintu
tersandar dan disitulah tempat saya beristirahat dan merenungkan nasib
saya.
saya punya penyakit yang tak pernah dimiliki
oleh keluargaku, sakit yang perna saya alami waktu itu adalah,saya demam tinggi
panas tinggi dan kondisi dunia terbalik seakan gelap dan tak berdaya yang saya
rasakan waktu itu dalam hati kecilku .saya akan berjuang melihat kakaku pernah
juara kelas,namun saya tidak naik kelas,ya ya ya begitulah jalan hidup masing
masing kita.
Yang
paling lucunya adalah ketika guru wali kelas saya menaikan Irma yang
notabenenya adalah dia keluarga dekat dengan guru wali kelas sehingga dia
naik ke kelas tiga,dan dia tidak lancar
berbicara,tidak lancar menulis.
saya
hanya bisa tertawa dalam hati, terus apakah apakah ini cobaan yang
harus dinikmati atau suatu anugerah bagi saya bhwa terkadang bapak
guru,mengajar kita tentang kesabaran dan dan ketabahan luar biasa.
Banyak rintangan dan cobaan yang saya alami
pada saat itu,saya di bully oleh kakak saya, saya dimarahi oleh ibu saya,dan
juga bapak saya karena saya tidak naik kelas,namun sahabat-sahabat saya yang
lainnya mereka naikan kelas tiga.
Apakah
makna dari cerita tersebut Perjalanan dalam mencapai tujuan membutuhkan waktu
dan proses yang menjadikan kita menjadi pribadi yang kuat dan lebih baik lagi.
Pada saat kita telah mencapai tujuan kita setelah melalui proses jatuh dan
bangun, setelah melalui proses yang luar biasa akan lebih memberi makna yang
sedalam-dalamnya.
Ada
banyak kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita dalam hidup kita, bukan hanya
kesempatan yang terbatas. Coba lagi, dengan menggunakan proses yang benar.
Hidup itu indah, ketika kita bisa menikmati hidup dan pada saat kita tahu apa
yang paling berarti bagi hidup kita, raih itu dan jaga dengan benar-benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar