CAFEE.
Tempat lain yang tidak kalah penting nya juga
adalah cafe. Setiap cafe yang ada di wilayah jogja ini, biasanya akan
memiliki corak yang berbeda. ada beberapa cafe yang memang dikhususkan
bagi mereka yang ingin menjadikannya sebagai tempat untuk mengerjakan berbagai
pekerjaan, khususnya dalam hal menulis atau mengerjakan tugas kuliah.
setelah usai kuliah saya biasanya istirahat dulu
di kos, hingga habis isya saya biasanya bergerak menuju cafe cangkir tepatnya
di jalan babaran yogyakarta agar tidak membosankan proses belajar menulis buku
atau proses belajar di kampus, sehingga semangat saya termotivasi kembali
inilah teknik saya.
Cafe ini
menjadi tempat referensi menarik karena sifatnya tempatnya yang nyaman
dan santai. Artinya tempat tersebut tidak terlalu formal dan memang
diperuntukkan bagi mereka yang ingin ngobrol santai ataupun mengerjakan tugas.
Selain itu, cafe cangkir ini memiliki fasilitas yang menunjang seperti
wifi ataupun menu makanan dan minuman yang ditawarkan.
ketika saya asyik menulis dan membaca beberapa
referensi buku, tiba tiba teman teman dari kampus tetangga UAD, datang
berdiskusi di tempat itu, seakan mengingatkan saya tentang organisasi saya di
makassar dahulu waktu itu, mereka berdiskusi dengan santai dan serius tapi penuh
dengan keceriaan. saat itu saya masih ingat bahwa ada dua orang suami istri,
mereka adalah bekerja sebagai NGO, atau non government organization.
tidak lama
kemudian karena mereka sibuk dengan diskusi mereka dan mereka sibuk dengan
projek mereka, saya juga sibuk dengan menulis saya dan kerja tugas akhir saya.
beberapa saat kemudian keduanya menghampiri saya, dan sambil perkenalan hingga
mereka bangga kepada saya.
karena saya selalu datang sendiri, bahkan tidak
kalah penting mereka menanyakan tentang pacar saya, saya hanya jawab dengan
santai masih jomblo pak heheh, dan saya sibuk dengan aktivitas
menulis tugas akhir beberapa mata kuliah yang perlu dipelajari
ternyata suaminya adalah seorang mantan ketua
DPRD sleman, dan istrinya adalah kepala salah satu satu dosen, mereka sedang
mengadakan proyek pembangunan besar pariwisata di bukit bintang.
saya hanya
mengangguk dari pembicaraan mereka ketika mereka menjelaskan proyek mereka,
karena setiap malam saya selalu melihat mereka berdiskusi dan mereka pun melihat
saya sibuk dengan aktifitas saya sendiri akhirnya kami pun akrab sepertinya
bapak saya sendiri.
sebelum pulang satu pesan
yang mereka sampaikan adalah nak teruskan cita- cita kamu, gapailah apa yang
kamu inginkan, pulang bangun lah daerahmu, harus siap menghadapi dunia
yang penuh dengan kompetisi ingat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar