Sabtu, 29 September 2018

Bahasa inggris.



dalam menuju kedewasaan belajar itu bukan hanya satu, melainkan bercabang cabang.orang cerdas akan melihat berapa cabang cabang pola pikir kita, karena kekreatifan dalam berpikir juga senang itu penting agar kita tidak tertinggal dengan sahabat-sahabat kita seperjuangan.
cabang cabang tersebut bukan hanya cabang kesuksesan dalam berpikir untuk menaikan level yang lebih tinggi,tapi melihat kegagalan yang pernah dialami oleh mahasiswa, atau lebih tepatnya adalah karena banyaknya nilai yang kurang memuaskan  yang diberikan oleh dosen, maka cara yang paling tepat adalah menggantikan metode kita menggantikan cara kita itulah kita sesungguhnya.
keradasan itu bukan hanya dimiliki oleh beberapa orang saja, namun kita diberikan oleh Tuhan otak yang sama  agar kita mengelola dan memanajemen dengan teratur rapi dan terah. apalagi kalau kita dilahirkan oleh ibu di desa yang jauh dari beberapa fasilitas untuk menunjang pembelajaran kita namun, bukan berarti itu yang membuat saya tertinggal  tapi bagaimana cara kita untuk menanganinya agar kita selalu bersama dengan teman teman.
kadang juga banyak hal yang saya dapat karena fisik yang lemah dan cara berpikir yang salah, tapi itu semuanya namanya adalah proses belajar.saya masih ingat saya masih  SD tinggal di kebun dengan gubuk di temani oleh anjing kecil penjaga kebun, dan ayam yang selau mebangunkan saya di kala pagi hari untuk berangkat ke sekolah yang lumayan jauh.
saya tidak paham sekali yang namanya bahasa inggris modalku hanya nekat, karena saya punya  om foto dengan turis  yang begitu tinggi dan gagah yang ada  di album di rumah diperlihatkan oleh mama waktu itu., sehingga semangat belajar  saya waktu itu semakin tinggi.
ketika guru kami matematika menjelaskan beberapa materi  aljabar di kelas, kubuka bagian buku matematika tersebut ada summary bahasa inggris,buku tersebut kupinjam dari teman saya, saya ingat benar waktu itu, saya membaca thank you, saya membaca thank yoooou.
waktu saya sadar kalau bacaan tersebut benar  menurut aturan  saya, karena tidak ada mentor ataupun guru yang mengajar saya ku coba untuk membaca dan membaca meski itu hanya percakapan dari kelas 4 sd hingga kelas 6 sd,pengalamanku bahasa inggris berlanjut di MTS yaitu ketika guru bahasa inggris kelas  3  kami ardin arno namanya, dia salah satu almini satria makassar tapi bukan guru sebenarnya hanya karena tidak ada guru maka dia dipakai untuk mengajar latang sebenya  adalah sastra inggris.
guru tersebut menanyakan kepada saya tentang materi yang diajarkan di kelas, tapi saya tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut lalu dia marah dan mukanya marah, mata melotot  sambil menggigit gigi,dan mencubit telinga saya hingga merah dan bengkak sampai sampai saya tidak bisa tidur di malam  hari, waktu itu dia cubit sambil melontarkan beberapa kata ,  yang saya ingat "nak hartoyo saya ketemu bapamu kemarin, bapamu sambil memikul  beras 40 kg di jalan menuju rumahmu disini, tapi kau tidak menghargai itu. belajar belajar dan belajar katanya waktu itu.
dari pengalaman penulis kadang, saya merasa bahwa pengalaman adalah sahabat kita ketika menuju kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. kenapa ?  jika  guru saya tidak berbuat demikian, mungkin saya tidak bisa sampai hari ini, saya tidak cinta bahasa inggris,  saya mau bilang bahwa ketika kita merasakan kesakitan  dari sebuah pengalaman belajar maka disitulah letaknya saya belajar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

my beautiful history

my beautiful history Kata sahabat sahabatku masa masa SMA adalah masa kenangan sepanjang masa dan tidak akan terlupakan,tapi bagi ...