Minggu, 30 September 2018

“BUNGA TULIP”.


“BUNGA TULIP”.

Menjelang sore perutku sedikit merontok dan nyeri yang isi menandakan bahwa ia sedang meminta sesuatu untuk di suapi yaitu sebutir nasi mencukupi jiwa yang menangis. Hingga malam itu saya mendekati sebuah warung makan yang cocok bangat menurutku karena menyediakan beberapa buku koleksi novel.
saya mengambil satu buah buku yang yang berada di atas meja,yang sedang ditunggu oleh penggemar membaca untuk ditelan dan dicerna lalu diproses untuk dimakan dan di maknai sebuah proses perjuangan hidup dengan judul “CINTA BERSEMI DI HAMAPARAN BUNGA TULIP”.
Kira kira covernya isinya seperti ini daun daun berubah warna.berjatuh ditempa angin seperti hati ini jatuh di sudut hatimu kata sosok penulis sejati itu heheh .takdir membawaku kembali padamu saat kau tawarkan keceriaan dalam mengayuh sepeda beriringan menyusuri kota Laiden bermulai di jogja dan berakhir di Amsterdam.
Novel itu menggambar seseorang yang bekerja keras untuk menutupi hidupnya ceritanya menganugerahkan sekali dan sebagai bahan pertimbagan untuk di ambil hikmah nya.aku sempat sempat menangis tapi di alis saja terharu membaca novelnya. Bisa nggak ya aku seperti diah heheh Apa pelajaran yang kita ambil dari novel tersebut Kita harus siap menghadapi dunia ini,sungguh kejam tapi dibawa santai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

my beautiful history

my beautiful history Kata sahabat sahabatku masa masa SMA adalah masa kenangan sepanjang masa dan tidak akan terlupakan,tapi bagi ...