Nilai nilai
pendidikan Ki Hajar
Siapa yang tidak mengenal Tokoh berikut ini?
Dikenal dengan nama Ki hajar dewantara sebagai pelopor pendidikan untuk
masyarakat pribumi di Indonesia ketika masih dalam masa ki hajar jajahan
Kolonial Belanda Ki Hajar Dewantara cenderung lebih tertarik dalam dunia
jurnalistik atau tulis-menulis, hal ini dibuktikan dengan bekerja sebagai
wartawan di beberapa surat kabar pada masa itu, antara lain, Sedyotomo, Midden
Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
Gaya penulisan Ki Hadjar Dewantara pun cenderung
tajam mencerminkan semangat anti kolonial. Seperti yang ia tuliskan berikut ini
dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker
Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan
merayakan pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri
kemerdekaan. Sejajar dengan jalan fikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi
juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana
perayaan itu.
Idea
untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang
kita keruk pula kantongnya. mari teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu!
Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaan aku dan
sahabat- sahabat sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut
mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya.
Pendidikan adalah upaya untuk memerdekakan
manusia dalam arti bahwa menjadi manusia yang mandiri, agar tidak tergantung
kepada orang lain baik lahir maupun batin. Kemerdekaan yang dimaksud terdiri
dari 3 macam, yaitu; berdiri sendiri, tidak tergantung pada orang lain dan
dapat mengatur sendiri.
Pendidikan secara umum berarti daya upaya untuk
memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin,karakter), pikiran
(intelek), dan tubuh anak. Dalam pengertian ini mengandung makna bahwa
pendidikan pada taman siswa tidak boleh dipisah-pisahkan, tetapi sebagai suatu
kesatuan untuk memajukan kesempatan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan
anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya.
Apakah hikmah dari cerita tersebut bhwa Saya
bangga dengan dirinya bahwa pemerataan pendidikan itu penting agar
terciptanya manusia yang cerdas,beradab dan berguna bagi bangsa.apakah
pendidikan hari ini rata? Belum,maka jadikanlah konsep ketamansiswaan yang
dijadikan landasan dasar atas pendidikan Negara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar