menjadi mahasiswa
pembelajar sejati itu adalah hal yang sangat besar dalam kemajuan pembelajar di
kampus maupun di masyarakat. dimana belajar secara keras, belajar secara
cerdas, belajar secara ikhlas. paling tidak ada beberapa hal yang diperlukan
oleh mahasiswa atau sang pembelajar sejati, yaitu belajar secara sebaik, dan
mengelolah waktu sebaik mungkin. hanya demi untuk prestasi masa depan dan untuk
di kenang dalam karya semasa hidup kita.
jika salh satu faktor
tidak terpenuhi, maka sang pembelajar sejati tidak akan belajar secara
mulu atau berjalan lancar.apalagi kalau mahasiswa tersebut jika hanya
mengandalkan pencatatan yang bagus terhadap dosen maka itu akan menjadi sia sia
karena bukan itu yang dibutuhkan oleh
sang dosen.
suatu hari saya pernah
tidak hadir, karena membantu kakak di menghantar abang saya di pelabuhan kapal
laut. Dosen itu bertanya kepada sahabat saya, " Hartoyo diman anak-anak?
hari ini kayaknya sepi sekali ya kan anak anak?" kata salah satu dosen tersebut waktu saya kuliah
di makassar.ya pak, "hartoyo tidak ada lebih baik kita cepat pulang saja
lapar pak kata kata dari teman ku sambil tertawa". ketika
sahabat aku pulang dan dan kebetulan saya tidak masuk, kemudian saya menanyakan
pada mereka meteri apa yang dia ajaran oleh dosen tersebut, lalu sahabat itu
menjelaskan sedikit sambil memberikan catatan kepada saya.
terima kasih kata
aku.oh.. ya sahabat jadi bapak dosen tanya kamu, katanya kalau tidak ada kamu
katanya kelas ini sepi. apa yang membuat dosen itu mengingatkan
saya, karena saya selalu aktif di kelas, selalu bertanya,dan sering berdiskusi
jika mau mengakhiri pelajaran di kelas, sehingga dosen tersebut banyak mengenal
saya, dan menghafal mati matian nama
saya.
tapi kadang ketika saya aktif di kelas, banyak teman saya yang cuek, banyak ocehan banyak caci maki, banyak pula rintangan berat yang saya hadapi, mau bagaimana lagi saya harus menerima semuanya itu.
tapi kadang ketika saya aktif di kelas, banyak teman saya yang cuek, banyak ocehan banyak caci maki, banyak pula rintangan berat yang saya hadapi, mau bagaimana lagi saya harus menerima semuanya itu.
waktu itu hanya berpikir
positif yang menjadi benteng pertahanan. bahkan ada satu dosen yang meminta saya agar
tidak pindah kampus karena menurut mereka saya adalah pantas untuk memimpin bem
di kampus tersebut, kebetulan waktu itu saya yang memegang BEM FK. bahkan
jadi dia meminta saya berjanji agar diberikan beasiswa, kemudian dapat kumlaud,
sementara saya masih semester 4 coba bayangkan.
harapan dari penulis dari
berbagai masalah dan beberapa kemajuan dalam belajar adalh kita sebagai
mahasiswa atau manusia agar selalu menaklukan bahtera ombak yang besar
dalam mengarungi kehidupan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar