aku
dan hati kecilku yang bisa bicara saat itu.
Setelah aku tidak naik
kelas, bapa dan ibu saya marah, dan mereka merasa malu dengan tetangga mereka,
aku pun merasa malu di hadapan mereka karena tidak naik kelas 3.bapa saya dan
saya pergi bertamu di rumah bapa kecil
waktu itu bapa menjejas
tentang tidak naik kelas saya akhirnya bapa kecil itu menyarankan agar saya
bisa belajar dengannya,namanya pak Muhamad nur,dia meminta izin pada bapa saya
agar tidak marah kalau dia memukul pakai sapu lidi,dia hanya meminta
persetujuan bapa,
akhirnya bapa mengizinkan
yang penting anak saya bisa membaca,mula mula dia memegang sapu lidi yang ada
dalam laci kecil hanya takut takut dan takut,dia mengambil beberapa huruf (A
sampai Z),
terus memperkenalkan kata
itu hingga aku bisa melafalkanya,ketika saya tidak bisa diapun memukul aku,saya
hanya bisa pasrah,bapa hanya diam aku juga tidak tahu apa yang ada dalam hati
kecilnya,setelah aku paham semua abjad terus aku bisa membaca dalam perkata
dengan lancar mulai malam itu aku senang membaca.
Aku tahu rasanya sakit
ketika dipukul,aku juga tahu rasanya di bully sesama teman kelas,aku hanya bisa
menangis dalam hati kecil,sambil berkata dalam hati Tuhan kenapa aku
lambat sekali membaca aku menangis dan menangis sambil memukul kepala saya
sendiri di tembok.sat itu impian aku hanya ingin bisa membaca,saat itu sahabat
blog sakit hati rasanya ingin tidak hidup karena dengan guru,malu dengan
sahabat sahabatku dan orang tuaku juga.
Apakah pembelajaran yang
saya peroleh dari ceritaku diatas?meski saya lambat membaca tapi rasa ingi tahu
tinggi untuk membaca meski hanya belajar menebak kata tapi itulah saya,terus
apakah saat ini kita hanya sekedar mengetahui membaca?bukan masih banyak buku
yang ada di dunia ini yang mestinya kita lahap,bukankah demikian?
dan lakukan yang lebih
agar kita terbiasa membaca,bukan hanya sekedar membaca tapi apa hakikat dari
membaca tersebut,bukan kita mendapatkan informasi dari apa yang kita baca?
Untuk itu para sahabat pembaca blogku ,
jangan hanya sekedar bisa
membaca tapi pakailah kemampuan membaca itu,untuk melahap buku buku yang ada di
dunia ini,membaca tidak hanya di perpus atau di Koran atau di mana saja kita
berada selalu membaca,yang pertama kali saya lakukan adalah mengalahkan diri aku dari segala kenyamanan yang
ada,apakah para sahabat ingin berubah?jika ingin berubah bersiaplah untuk tidak
nyaman, tapi jika ingin nyaman maka bersiaplah untuk tidak berubah begitulah
kira kira sahabatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar